Saat Memilih Untuk Tetap HIDUP..

Standar

Bismillahirahmannirahim

Hari ini saya mendapatkan pertanyaan yang cukup “menusuk”, dan harus dijawab cepat.. prtanyaannya, saat ini, mana yang kamu pilih, hidup atau mati.. pertanyaan ini diajukan setelah saya diminta memilih antara kuliah dan bisnis, ngambil S2 atau langsung kerja, dan prtanyaan2 lainnya yang lebih ringan..

Dengan cepat saya mnulis jawaban.. HIDUP (dengan huruf kapital, karena saya mrasa yakin akan itu).. sampai beberapa detik kmudian, saya hanya bisa mmandang nanar layar, dimana pertanyaan tadi terpampang.. kenapa saya memilih untuk hidup.. untuk apa? apa saya bisa bertanggung jawab atas piihan ini?

Dan akhirnya saya sibuk dengan pikiran saya.. kenapa saya memilih untuk tetap hidup.. saya yakin, yang terbaik ktika mmutuskan sesuatu adalah karena saya punya alasannya (ssuai dengan materi yang selanjutnya disampaikan).. bgitu juga ketika kita memutuskan untuk tetap hidup ketika Allah mengizinkan qta untuk memilih mau ttap hidup atau mati.. alasannya apa..

Saya memilih hidup bukan skedar karena hidup ini menyenangkan dan kematian adalah akhir dari sebuah kesenangan..

Banyak yang mngatakan hidup Cuma satu kali, jadi manfaatkan kesempatan yang Cuma datang satu kali ini untuk bersenang-senang.. tapi benarkah??

Saya jadi membayangkan hidup yang saya tempuh skarang.. tiba-tiba jadi merasa khawatir, apa semua yang sedang saya jalani sudah sesuai dengan tujuan Allah menciptakan saya?? Dengan saya mmutuskan untuk mengambil jatah waktu yang lebih panjang, apakah itu membuat saya lebih baik dibandingkan sbelumnya?? Apakah saya brani bertanggungjawab dengan sisa waktu yang akan diberikan??

Tapi, saya akhirnya berpikir, setakut apapun saya terhadap tanggung jawab itu, saya tetap butuh waktu yang cukup untuk melunasi hutang amal atas semua kekhilafan yang telah saya lakukan hingga saya berhak bertemu denganNya.. ternyata, masih banyak juga PR yang belum saya kerjakan di muka bumi ini.. bahkan untuk memahami fungsi kehidupan itu sndiri, mau dibawa kemana tubuh ini selama Allah mengizinkan kita hidup di dunia..

Satu hal yang saya yakini akhirnya, hidupmu adalah pengabdian untuk Allah..

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka bribadah kepada-Ku.

Sekarang, saatnya mengevaluasi diri lagi, sudahkah kamu mnyempurnakan sluruh aktivitasmu dngan niat yang tulus karena Allah, dan akankah kamu menyusun semua langkah hidupmu ssuai dngan permintaanNya ?? dan ternyata niat adalah ssuatu yang paling sulit untuk diatur, karena kita berbenturan dngan hati nurani dan ego kita sndiri, bukan masalah profesionalitas atau bekerja baik di dpan orang lain..

Ingin belajar untuk bisa menjaga niat untuk setiap kebaikan yang akan dilakukan.. bisa!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s