palestina dan qta..

Standar

Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali,

kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita atau pun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),

mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  (Annisa : 97-100)

saat semua orang membicarakan tentang palestina,, tiba2 saya teringat dengan ayat ini.. ada satu pertanyaan yang menyeruak.. tapi malu untuk saya ungkapkan.. sederhana sebenarnya,, muncul dari pikiran saya yang masih sangat miskin ilmunya dan sempit pandangannya..

kenapa muslim palestina ga hijrah aja?? kan bumi Allah luas.. bahkan Allah memberikan balasan tempat terburuk di akhirat kelak bagi orang2 yang tidak hijrah saat ia terdzalimi..dan saya yakin, al-quran sifatnya universal, berlaku untuk dulu dan sekarang.. termasuk ayat ini..

tapi ternyata pikiran saya sangat parsial.. akhirnya saya membaca beberapa ayat setelahnya dan mencoba berbagi apa yang saya pikirkan tentang kondisi qta, saudara2 qta di palestina, dan islam secara menyeluruh..

ternyata, ada satu syarat,, “kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita atau pun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),” begitulah Allah mengatakan pada ayat selanjutnya.. tidak perlu menutup mata, memang saudara2 qta disana dalam kondisi terisolir..  selain itu,, (menurut pendapat saya), palestina adalah satu tempat spesial bagi seluruh umat islam, dimana banyak nabi yang mengembangkan sayap dakwahnya mulai dari palestina, bahkan masjidil aqsha pun dibangun disana.. mungkin ini juga yang membuat umat muslim palestina bertahan disana..

terus,, pikiran saya melayang ke alasan Allah memberi ganjaran terburuk bagi orang2 yang ga mau berhijrah.. berdasarkan apa yang saya dapat dan saya pahami,, disesuaikan lagi dengan kondisi zaman Rasulullah dulu,, orang2 yang ga mau hijrah memang akhirnya sulit untuk menegakan islam dengan sempurna.. dulu kan umat muslim hijrah bareng2 ke yastrib dan menegakkan islam disana,, makanya nama daerah itu akhirnya menjadi madinah (tempat tegaknya dien (islam)).. kalo ga hijrah, ya ga bisa menjalani hukum islam dengan sempurna, karena di tempat mereka bertahan (mekkah), kehidupannya masih jahiliyah.. hanya perkara2 yang bersifat individu dan hubungannya habluminallah (antara manusia dan Allah) yang bisa dijalankan..

terus, dibandingkan dengan kondisi sekarang, ada satu pertanyaan yang agak menyentak muncul dari otak saya.. kalo saudara2 qta di palestina, kabarnya gimana ya? katanya adik2 palestina banyak yang udah jadi hafidz, katanya smangat belajar muslim palestina luar biasa, baik untuk urusan ilmu islam maupun ilmu lainnya, kaya ekonomi, kesehatn, teknik, dll, katanya juga, ukhuwah islam disana luar biasa, saat semua udah menganggap satu sama lain adalah saudara,, saudara satu aqidah, ikatan yang lebih kuat dibandingkan ikatan manapun di muka bumi ini.. katanya, keimanan orang palestina luar biasa, kalo kata dokter yang pernah ke sana, orang2 disana kalo lagi di operasi ga perlu anestesi (karena memang terbatas), mereka akan beristigfar dan bertakbir sekuat-kuatnya dan memohon kekuatan langsung pada Allah..

itu nunjukin kalo kondisi mereka yang tertindas ga membuat mereka kehilangan kesempatan untuk menegakkan islam sesuai dengan kemampuannya.. bisa jadi, itulah madinah sebenarnya saat ini.. pertanyaannya, di tempat qta yang nyaman saat ini,, saat tidak ada hambatan dan tantangan berarti, di saat qta masih bebas shalat, mentoring, belajar islam, menjalankan aturan islam.. sudahkah qta memaksimalkan potensi dan kesempatan yang Allah berikan untuk mengenal islam sedalam-dalamnya,, menjalankan aturan islam sesempurna-sempurnanya, membagi ilmu yang udah qta miliki seluas-luasnya?? jangan2, di tempat qta sekarang, qta masih dalam kondisi terdzalimi, teraniaya.. secara tidak langsung.. tapi, dianiaya oleh siapa?? jawabannya cuma satu,, qta teraniaya oleh hawa nafsu qta sendiri..

mungkin bukan pindah tempat solusinya.. semua tergantung diri kita sendiri, bukan??

semangat!!^^

Wallahu alam

-sebatas curahan pikiran tentang apa yang bisa dilakukan oleh seorang “qq” di tengah sibuknya ujian-

untuk palestina dan islam di muka bumi..

One thought on “palestina dan qta..

  1. Hijrah secara makna bahasa berasal dari kata hajara yang berarti pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain[2], pindah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain[3], atau meninggalkan sesuatu[4].

    Para ulama kemudian menyatakan bahwa dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW memiliki dua makna yang harus diaplikasikan dalam kehidupan kita, yaitu hijrah makani (hijrah dalam konteks fisik) dan hijrah ma’nawi (hijrah pada konteks non fisik).

    Bagi kita di tempat yg lebih nyaman ini bisa dimaknai hijrah ma’nawi kali ya, yaitu hijrah menjadi seseorang yg lebih baik dan lebih bermanfaat dari sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s