realita mahasiswa.. mungkin sampai nanti..

Standar

Bismillah..

malam ini, sepertinya saya harus begadang lagi..

unik juga, kebiasaan ini sepertinya sudah menjadi aktifitas yang tidak asing lagi sejak saya kuliah. awalnya cuma mengurangi jam tidur,, itupun sesekali, biasanya kalau sudah mendekati waktu ujian. makin lama, tak hanya mengurangi waktu tidur, beberapa kali saya akhirnya memutuskan untuk tidak tidur sepanjang malam. awalnya cuma sesekali, dengan rentang waktu yang cukup lama, tapi sekarang jadi sering. dalam satu pekan, saya bisa satu atau dua kali melakukan hal ini, apalagi saat ini sedang pekan ujian.

sebagai anak kedokteran, saya tau ini tidak baik, apalagi untuk membantu bertahan, saya memilih untuk minum kopi. tapi uniknya, justru anak2 kedokteran sepertinya banyak yang memiliki kebiasaan ini juga, begadang, tidak tidur semalam suntuk, minum kopi. itulah manusia, kadang ilmu dan aplikasi seringkali tidak berjalan beriringan.

di satu sisi, saya menyadari, tubuh saya cukup terdzalimi dengan kebiasaan ini, tentu saja, karena manusia butuh istirahat. tapi, saya seringkali dilema, ketika banyak yang harus dikerjakan dan malam adalah waktu yang tepat untuk mengerjakan banyak hal, khususnya belajar dan menulis, semua baru selesai saat waktu tidur biasa saya lewat. sedihnya, saat saya memutuskan untuk tidur, seringkali saya kesiangan bangun dan kehilangan kesempatan untuk qiyamullail dan shalat shubuh berjamaah. akhirya, saya memutuskan untuk begadang, walaupun semua urusan sudah terselesaikan 2 atau 3 jam sbelum adzan shubuh berkumandang.

saya sadar, tubuh ini juga amanah. Allah tidak menyukai hambaNya yang tidak menjaga amanahnya dengan baik. tapi saya hanya bisa berharap, tubuh ini semakin dewasa, semakin bisa diajak kompromi. saya pikir, ini latihan juga untuk kehidupan saya ke depannya. saya adalah calon dokter, yang 1 tahun lagi akan menjalani masa ko-ass, masa dimana (katanya) aktifitas qta benar2 24 jam on, siap panggil, siap kerja, siap jaga, dan tetap harus belajar.. ke depannya, profesi ini juga (mungkin) tetap menuntut saya siap setiap saat..

tak hanya profesi dokter, saya, sebagai seorang perempuan, akan menjadi ibu. saya ingin menjadi ibu yang kuat, yang bisa meghadapi anak-anak dengan sempurna dalam kondisi apapun, baik sedang semangat, bahagia, cape, sedih, kesal, dll. bila saya memutuskan untuk bekerja di siang hari, maka saya harus siap menghadapi mereka di malam hari, menemani mereka belajar, mendengarkan cerita mereka, mengamati perkembangannya bukan dengan energi sisa bekerja. mungkin sekarang saatnya latihan. kehidupan mahasiwa yang terasa berat saat ini bisa jadi hanya miniatur kehidupan yang lebih kompleks nantinya.

mungkin itu efek jangka panjang dari begadang, di luar itu, saya cuma berharap Allah meridhai apa yang saya lakukan setiap kali saya begadang. alangkah ruginya, jika saya lelah fisik, juga ruhiyah. jangan sampai, obsesi melakukan banyak hal hanya untuk mengejar dunia, tidak menghasilkan apapun selain kepuasan semata karena sudah berhasil menyelesaikan banyak hal. saya ingin malam-malam saya bisa jadi jalan buat saya terus mengingatNya, menjadikan semua aktivitas ini sebagai ibadah, diniatkan hanya untukNya dan agamaNya,, biar semua kelelahan ini terbayar kelak dengan kenikmatan surga.. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s