mastoiditis

Standar

Sebenernya ini tugas kuliah, tapi semoga bisa bermanfaat.. sumber utamanya dari buku internal medicine, harison, ditambah beberapa buku, seperti anatomi, patofisiologi, dll.

Anatomi Mastoid

sebelum memahami tentang penyakit mastoiditis ini, ada baiknya qta tau ttg letak mastoid itu sendiri.

Bagian tengah telinga atau rongga timpanic merupakan rongga berisi udara dalam tulang temporal yang berhubungan dengan nasofaring melalui tuba eustachius dan dengan mastoid air cell (rongga mastoid) melalui antrum timpanic (aditus ad antrum ). Oleh karena itu, rongga timpanic dan mastoid merupakan kelanjutan dari saluran respirasi dan menjadi tempat yang mengalami infeksi yang berasal dari saluran pernafasan melalui tuba eustachius.

Definisi

Reaksi inflamasi pada mastoid air cells (rongga mastoid)

Etiologi

Acute otitis media merupakan penyebab utama terjadinya mastoiditis, khususnya pada anak balita. Berbagai jenis bakteri yang menyebabkan infeksi tersebut adalah Streptococcus (utamanya group A_-hemolytic Streptococcus and Streptococcus pneumoniae) dan Haemophilus influenza, menyebabkan 65%–80% kasus dari keseluruhan kasus mastoiditis akibat infeksi bakteri.

Selain itu, mastoiditis juga bisa disebabkan oleh :

• Cholesteatoma

• tertutupnya saluran penghubung mastoid air cells (aditus ad antrum)

Faktor resiko

• Cholesteatoma

• acute otitis media berulang

• gangguan sistem imun

Epidemiologi

Insidensi kasus mastoiditis mengalami penurunan, hanya 1,2-2 kasus per 100.000 orang per tahun karena semakin baiknya penanganan kasus otitis media akut.

Masih ada sekitar 1-18% pasien yang tidak atau belum tertangani dengan tepat sehingga menimbulkan komplikasi.

Mastoiditis akut kebanyakan terjadi pada anak-anak, utamanya kurangdari 2 tahun dan orang yang belum diberi terapi antibiotic oral yang tepat untuk mengatasi otitis media akut.

Tidak dipengaruhi oleh faktor genetic.

Angka kejadian pada laki-laki dan perempuan sama.

Klasifikasi

– Acute mastoiditis, biasa terjadi pada anak-anak, sebagai komplikasi dari otitis media akut suppurative

– Chronic mastoiditis, biasanya berkaitan dengan cholesteatome dan penyakit telinga kronis

– Incipient mastoiditis, inflamasi yang terjadi akibat langsung di bagian mastoid

– Coalescent mastoiditis, inflamasi yang terjadi akibat komplikasi dari infeksi di organ tubuh yang lain

Gambaran klinis

Gejala utama : nyeri telinga (otalgia), muncul cairan telinga (ear discharge) yang berlebihan (otorrhea) walaupun sudah diterapi dengan tepat, dan demam

Gejala penyerta : sakit kepala dan gangguan pendengaran (hearing loss)

Auricle terlihat menonjol dan area di sekitar tulang mastoid (mastoid process)/post dan supra auricular terlihat bengkak, kemerahan, dan ada nyeri tekan.

Membran timpanic akan menonjol (bulging) ke arah eksternal dan kemerahan

Bila terjadi di bagian petrous apex, mastoiditis akan menyebabkan gangguan pendengaran (tuli), nyeri, dan palsy saraf abducens ipsilateral (Gradenigo’s syndrome).

Patomekanisme

Otitis media à akumulasi cairan dalam rongga timpanic à masuk ke rongga mastoid à ↑ tekanan dalam rongga mastoid à erosi di sekitar tulang à kerusakan jaringan à pembentukan absces

Diagnosis

Pemeriksaan fisik local : sd Gambaran klinis

Lab :↑ WBC

Kultur bakteri dari cairan purulent yang keluar sputum : untuk menentukan antibiotic yang tepat.

Gambaran patologis : jaringan inflamasi dan granulasi, osteitis

Pencitraan : X-ray (plain mastoid fim) kadang negative, CT scan menunjukan adanya cloud air-cell loss

Diagnosis Banding

• inflamasi kelenjar post-auricular

• otitis eksternal parah

• cellulitis Post auricular

• neoplasia jinak, dysplasia fibrosa

• Tumor ganas rhabdomyosarcoma

•Infeksi HIV

Penanganan

Sebagai salah satu penyakit infeksi, terapi yang tepat adalah dengan pemberian antibiotic, sesuai dengan bakteri penyebab. Sebelum hasil kultur diketahui, pasien sebaiknya diberi anibiotik spectrum luas.

Pada pasien tertentu, antibiotic dimasukan melalui intravena.

Operasi (mastoidectomy cortical) dilakukan apabila terjadi komplikasi dan penanganan konservatif gagal setelah 18-72 jam terapi atau munculnya gejala komlikasi ke bagian meningeal atau intracranial.

Sebelum operasi, hal-hal yang perlu diamati antara lain :

• Myringotomy; yaitu pemasangan tabung pressure equalization (PE)

• Kultur bakteri dari jaringan yang diperoleh melalui myringotomy.

• kebersihan saluran telinga di bawah mikroskop utuk memastikan

• pemberian antibiotic intravena untuk semua jenis mikroorganisme.

• Antibiotik topical tetes di tempat menginsersi tuba PE.

• jika terjadi abscess subperiosteal, sebaiknya cairan diaspirasi

Komplikasi

Komplikasi terjadi akibat adanya migrasi agen penginfeksi dari rongga mastoid menuju jaringan tulang atau aliran darah di sekitarnya, contohnya :

Ke bagian periosteum dari tulang temporal menyebabkan subperiosteal abscess

Meluas ke bagian posterior menyebabkan septic thrombosis di sinus lateral

Menyerang ke bagian ujung mastoid (tip of mastoid) menyebabkan deep neck abscess

One thought on “mastoiditis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s