tentang kehidupan dan supporting systemnya..

Standar

Bismillah..

Tak ingin belajar malam ini.. setelah berhari-hari terkukung dalam kehidupan yang terlalu “dinamis” dan menuntut percepatan diri,, akhirnya saya lelah dan sangat ingin menepi..

sudah sangat lama tidak menulis, merajut semua hikmah yang terjadi di sekitar. semua ibroh yang ada di depan mata hanya ditelan sendiri dan dibagi semampunya. padahal, ilmu itu diikat dengan tulisan.. Karenanya, sebelum semua terlanjur hilang, teredam rutinitas, sedikit demi sedikit saya ingin mengeluarkannya, mengulur benang merah yang semakin kusut dalam lipatan2 otak. entahlah..

mungkin hanya sebagian kecil yang bisa saya bagi disini,, yang lain, mungkin belum saatnya, belum tepat waktunya, belum siap diumbar dan diketahui yang lain. entahlah..

berbagi tentang sebuah perjalanan untuk memahami kehidupan, ternyata semua ini tak jauh dengan sebuah kedewasaan. mungkin mereka bersaudara.. entahlah..

salah satu tulisan saya pernah menyinggung ttg kedewasaan, dimana seorang yang dewasa akan memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan. tapi, ternyata, kedewasaan tak hanya bisa diukur dari sana. karena bayipun bisa berbicara karena diajarkan ibunya. maksudnya apa??

kadang saya merasa saya sudah sedemikian paham dengan kehidupan saya sendiri. saya tahu, apa yang harus saya lakukan, apa yang sedang saya kejar, dan alasan dari semua yang saya kerjakan. saya juga ga tahu, kenapa saya bisa berpikir seperti itu,, meski belum sempurna, tapi saya merasa ada perubahan dalam diri di setiap waktunya, ketika saya dalam kondisi “sadar”. dari sana, betapa saya sangat suka berbagi tentang apa yang saya lakukan dan impikan. banyak lecutan pikiran yang sering saya anggap sebagai “titipan tuhan” yang seharusnya saya bagi untuk orang lain. kondisi ini juga yang membuat saya selalu berpikir ideal, tidak adakah orang yang berpikiran hal yang sama,, ideal atau egois? entahlah..

tapi saya akhirnya menyadari satu titik, “titipan” itu harus jelas kebenarannya, tak sebatas nafsu, keinginan, pembenaran.. dan saya pun diingatkan untuk menghentikan semuanya. tapi sanggupkah seorang anak bisa berbicara tanpa bantuan ibunya? itulah satu hal yang “miss” dalam hidup ini.. ketika kau ingin mengeluarkan sesuatu, kau sebaiknya sudah mendapatkan sesuatu juga, input seimbang dengan output..

mungkin, makna meperlakukan seseorang sebagaimana qta ingin diperlakukan tak bisa berlaku secara longgar. karena orang lain berkewajiban untuk memperlakukan qta sebagaimana qta ingin diperlakukan. karena muslim itu butuh teladan, perlu sokongan, ada input yang terus mengupdate. jangan pasrah dengan ketidakseimbangan yang terjadi..

Wallahu alam,, selesai dalam kantuk..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s