suksesnya calon dokter muslim

Standar

Sukses,, satu kata yang sering dikejar-kejar orang dalam hidupnya. Kalo ditanya, kenapa harus kuliah, biar sukses.. kenapa banyak yang kerja banting tulang,, biar sukses.. bahkan ketika ditanya tujuan hidup qta, cukup banyak yang menjawab “sukses dunia akhirat”..  sebenarnya apa itu sukses??

 

Karena ga punya kamus besar bahasa Indonesia, q g bisa mendefinisikan kata “sukses” dengan benar, tapi setidaknya, menurut q, sukses adalah kondisi ideal yang qta harapkan tercapai satu saat nanti. Kondisinya relative, ga sama untuk semua orang. Buat anak kecil, bisa membujuk orang tuanya buat beli mainan baru mungkin bisa disebut sebagai kesuksesan. Buat anak SMA, masuk FK adalah sebuah kesuksesan. Buat qta, mahasiswa FK, mungkin dapat IPK yang bagus bisa jadi standar kesuksesan qta. Intinya, sesuatu yang qta inginkan dan qta kejar dengan usaha optimal.

 

Dengan berharap meraih kesuksesannya, banyak orang yang melakukan usaha optimal, bukan? Buat qta yang mau jadi dokter, motivasi buat belajar dan bisa skill ini itu pasti besar banget. Dalam prakteknya selama kuliah, qta cukup banyak menggunakan waktu qta buat belajar, baik sendiri ataupun bareng2. Banyak juga yang akhirnya ikutan organisasi kesana kemari buat mengejar skill penunjang, kaya komunikasi, networking, manajemen, dll.. sekarang qta udah tahun ke-4, pasti (InsyAllah) udah cukup banyak pengalaman yang menurut qta berharga buat bekal qta nanti jadi dokter yang baik (aamiin..). Harapan standarnya, qta bisa jadi dokter yang tahu banyak hal, bisa mendiagnosis dan memberi terapi yang tepat, punya banyak pasien yang percaya dengan kapabilitas qta, punya penghasilan yang cukup memenuhi kebutuhan, dll.

 

Tapi, Allah suka dengan amanah qta menjadi dokter g y??

 

Kenapa harus bertanya Allah suka atau g? hidup kan milik qta, qta yang menentukan mau kemana qta berjalan, apa yang qta suka dan membuat qta bahagia.. tapi ternyata tidak begitu, sobat, karena ternyata hidup ini tak sekedar hidup di dunia, ada hidup lain yang lebih panjang yang kuncinya ada dalam ridho Allah..

 

Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar. (33:29)

 

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (57:20)

 

Sebelum ngebahas ttg sukses yang Allah ridhai biar qta punya kehidupan dunia akhirat yang sukses,, jawab dulu pertanyaan tadi ya.. “Allah suka dengan amanah qta menjadi dokter g y??”

Ternyata Allah menyukai amanah ini lho, InsyAllah.. menjadi seorang dokter adalah pilihan yang mulia, bermanfaat bagi makhluknya, dan bisa jadi jalan untuk senantiasa mengingat Allah dan beribadah.. tapi, profesi ini juga bisa jadi jalan untuk maksiat, mendzalimi orang lain, dan dimurkai oleh Allah.. padahal sama2 dokter, kenapa efeknya bisa bertolak belakang gitu y?

 

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (62:10)

 

Itu yang membuat profesi dokter (dan profesi manapun di muka bumi ini) punya efek yang bertolak belakang..

–          “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu..” artinya, sebelum “nyemplung” ke aktivitas qta, bekali diri dengan shalat, bukan hanya melaksanakan, tapi memahami makna setiap gerakan dan bacaannya..

–          “Carilah karunia Allah dan ingatlah Allah..” artinya apa yang qta cari sebenarnya adalah karunia Allah dan ingat terus Allah sebagai sumber kekuatan dan rezeki qta..

 

InsyAllah,, akhirnya, qta akan tetap menjadi dokter, sama dengan teman2 qta semua, bukan ustadzah atau istri kyai,, tapi ada yang beda, karena apa yang qta jalani diridhai dan disukai oleh Allah..

 

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (4:104)

 

Sama-sama harus belajar, harus bikin LI, harus ngerjain tugas lab yang banyak, begadang dan kurang tidur, sama-sama akan coass dan sumpah dokter, tapi balasan dari Allah ga sekedar kesuksesan yang qta bayangkan tadi.. “jadi dokter yang tahu banyak hal, bisa mendiagnosis dan memberi terapi yang tepat, punya banyak pasien… “

 

Tapi,, rasulullah Muhammad kan ga jadi dokter?? Padahal, qta kan harus meneladani hidup beliau.. ternyata, ada hal2 yang bisa qta contoh dari beliau.. teman2 tahu profesi beliau?? Tahu 4 sifat utama yang dimiliki beliau?? Ada yang masih ingat??

 

Yap,,, betul.. Rasulullah adalah seorang pedagang, yang punya 4 sifat utama,, siddiq, fathonah, amanah, tabligh. Artinya apa?

–        Kalo Rasulullah bisa jadi pedagang yang berbicara benar dan membenarkan (siddiq), jadilah dokter yang seperti itu..

–        Kalo rasulullah bisa jadi pedagang yang cerdas dan sangat paham ilmu perdagangan dan perekonomian (fathonah), jadilah dokter yang seperti itu..

–        Kalo Rasulullah bisa jadi pedagang yang amanah dan bertanggungjawab, jadilah dokter yang seperti itu..

–        Kalo rasulullah bisa jadi pedagang yang senantiasa menyampaikan ilmu Allah (tabligh), jadilah dokter yang seperti itu..

 

Jadi ga salah lho kalo qta rajin belajar dan berorganisasi, biar qta jadi dokter yang cerdas dan bertanggung jawab,, asal jangan sampai PR buat belajar islamnya ketinggalan.. betul?

 

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (9:105)

 

Jangan ragu buat terus berkarya, bekerja sebaik-baiknya karena Allah dan RasulNya akan memperhatikan qta,, selama qta pun memberi perhatian bagi keduanya,, memberi ruang pada hati untuk Allah dan RasulNya..

2 thoughts on “suksesnya calon dokter muslim

  1. dokterzarra

    Bismillah,,
    iya,, tapi bukan berarti kalo qta mau jadi dokter, qta harus jadi cerdas, pintar, dan berani dulu..

    proses kuliah sampe jadi dokter yg membuat qta bisa mencapai titik pintar, cerdas, dan berani.. tapi kuliah dan menjejali otak dengan teori juga ga cukup, karena guru terbaik para dokter adalah pasiennya,, jadi jgn khawatir untuk jadi dokter,, proses belajarnya panjang… dan menyenangkan..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s