virus dan bakteri penyebab croup (laringotrakeobronkitis akut

Standar

Bismillahirahmannirahim

–       Parainfluenza virus

Merupakan salah satu agen  paramyxovirus yang paling sering menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan pada anak-anak.

Struktur paramyxovirus

Bentuk : bulat, pleomorfik, berdiameter 150 nm, dengan nucleocapsid helix 13-18 nm)

Komposisi : RNA (1%), protein (73%), lipid (20%), karbohidrat (6%)

Genom : RNA rantai tunggal, linear, tidak bersegmen

Envelope : mengandung glikoprotein virus (G, H, HN), dan glikoprotein fusion (F), bersifat rapuh dan labil

Replikasi :

terjadi di sitoplasma, terdapat bud pada membrane plasma. Proses yang terjadi adalah attachment – penetration – uncoating – transcription – translation – replication – maturation

Patogenesis dan patologi :

Replikasi pada manusia yang sehat terbatas pada sel epitel saluran respirasi. Infeksi bisa terjadi di hidung dan tenggorokan,yang menyebabkan sindrom common cold. Namun, infeksi bisa meluas, khususnya tipe 1 dan 2, yang melibatkan laring dan trakea atas, menyebabkan croup (laringotrakeobronkitis akut). Croup dicirikan dengan obstruksi saluran nafas karena pembengkakan laring dan struktur sekitarnya. Infeksi bisa menyebar lebih dalamke bagian trakea bawah dan bronkus, dan puncaknya bila menyebabkan pneumonia atau bronchiolitis.

Durasi virus parainfluenza menyebar adalah sekitar 1 pekan setelah onset penyakit. Virus tipe 3 dapat diekskresikan hingga 4 pekan setelah onset penyakit. Factor yang mempengaruhi keparahan penyakit virus parainfluenza antara lain produksi protease, kondisi system imun, dan hiperreaktifitas saluran udara.

Gambaran klinis :

Infeksi primer pada anak-anak biasanya menyebabkan rhinitis dan faringitis, seringkali disertai dengan demam. Pada sebagian anak, infeksi primer yang disebabkan oleh virus parainfluenza tipe 1, 2, dan 3, menghasilkan efek yang serius, seperti laryngotracheitis atau croup hingga bronchiolitis dan pneumonia.

Penyebarannya bisa langsung dari orang ke orang atau melalui droplet aerosol

Komplikasi dari infeksi virus parainfluenza adalah otitis media.

Diagnosis :

Deteksi antigen, isolasi dan identifikasi virus, tes serologis, dan deteksi asam nukleat,

 

–       Influenza virus

Struktur dan komposisi

–          Berbentuk bulat, diameternya 100 nm (80-120 nm)

–          Terdapat 9 protein structural yang berbeda

–          Nucleoprotein (NP) berkaitan dengan RNA virus, membentuk ribonukleoprotein (RNP), menghasilkan nukleokapsid helix virus.

–          3 protein besar (PB1, PB2, dan PA) berikatan ke RNP dan berperan dalam proses transkripsi dan translasi

–          Protein matriks membentuk pembungkus dalam envelope lipid virus yang penting untuk morfogenesis dan merupakan komponen utama dari virion (40% dari protein virus)

–          Dua glikoprotein pada virus, hemaglutinin (HA) dan neuraminidase (NA), disisipkan pada envelope dan terlihat sebagai tonjolan sepanjang 10nm pada permukaan virus.

Klasifikasi

–          Influenza virus A dengan strain untuk manusia dan hewan

–          Influenza virus B dengan strain untuk manusia

–          Influenza virus C dengan strin untuk manusia dan babi

Klasifikasi ini dibuat karena perbedaan antigen yang diperlihatkan dengan adanya dua protein structural internal (antigen internal), nukleokapsid (NP), dan protein matriks.

Variasi antigen pada glikoprotein permukaan (antigen eksternal), hemagglutinin (HA), dan neuraminidase (NA), digunakan untuk membagi subtype virus (menentukan strain virus tertentu yang bertanggung jawab terhadap terjadinya wabah)

Protein utama

–          Hemagglutinin, yaitu protein yang akan mengikatkan virus dengan sel yang diserang dan antigen utama yang berperan untuk menetralisir antibody, dimana reseptor protein ini tidak bisa diakses oleh antibody. Protein ini memiliki kemampuan dalam mengaglutinasi RBC dalam kondisi tertentu.

–          Neuraminidase, yaitu protein tetramer yang berperan dalam tahap akhir replikasi virus, merupakan enzim sialidase yang memindahkan asam sialic dari glycoconjugate, sehingga memfasilitasi pelepasan partikel virus dari permukaan sel yang diserang. Ini memungkinkan NA untuk membantu virus menembus lapisan mucin di saluran respirasi untuk mencapai lapisan epitel.

Replikasi virus

Proses transkripsi dan replikasi Influenza virus terjadi di nucleus sel yang terinfeksi. virus hasil replikasi diproduksi selama 8-10 jam. Proses yang terjadi adalah :

Attachment – penetration – uncoating – transcription, translation – viral RNA replication – maturation

Diagnosis

Selain melihat tanda dan gejala yang muncul, bisa dengan mengisolasi virus dan tes serologis. Kultur sel dapat diuji untuk mengetahui adanya virus dengan hemadsorpsi (penempelan virus ke permukaan eritrosit) 3-5 hari setelah inokulasi, atau kultur cairan yang dapat diuji untuk virus setelah 5-7 hari dengan hemagglutinasi.

 

–       Streptococcus pneumonia

Morfologi dan identifikasi

Bakteri gram positif diplococci. Pada sputum atau pus, rantainya akan terlihat dengan jelas. Seiring pertambahan usia, bakteri ini akan menjadi gram negative dan lisis secara spontan. Lisis pneumococci terjadi beberapa menit setelah oxbile (10%) atau sodium deoxycholase (2%) ditambahkan pada media kultur kaldu pada pH netral. Pada media padat, pertumbuhan pneumococci ditahan di sekitar cincin bernama optochin. Kultur bakteri ini paling tepat dilakukan di media blood agar pada α-hemolytic atau dengan adanya penambahan pertumbuhan dengan pemberian 5-10% CO2. Sebagian besar energi berasal dari fermentasi glukosa dan produksi asam laktat yang cepat.

Patogenesis :

Tipe 1-8 bertanggung jawab terhadap 75% kasus pneumoni pneumococcal. Pneumococci menghasilkan penyakit melalui kemampuan untuk bermultiplikasi dalam jaringan, tapi tidak meghasilkan racun. 40-70% virus akan kehilangan resistensinya.

Diagnosis :

Melalui kultur dari spesimen sputum

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s