Visum et Repertum

Standar

LI case pneumothorax,, karena kecelakaan,, akhirnya diminta polisi untuk visum et repertum.. apa sih visum et repertum??

Definisi et Repertum

Visum et Repertum adalah keterangan yang dibuat dokter atas permintaan penyidik yang berwenang mengenai hasil pemeriksaan medis terhadap manusia, hidup maupun mati, ataupun bagian/diduga bagian tubuh manusia, berdasarkan keilmuannya dan di bawah sumpah untuk kepentingan peradilan.

Penegak hukum mengartikan Visum et Repertum sebagai laporan tertulis yang dibuat dokter berdasarkan sumpah atas permintaan yang berwajib untuk kepentingan peradilan tentang segala hal yang dilihat dan ditemukan menurut pengetahuan yang sebaik-baiknya.

Perbedaan Visum et Repertum dengan Catatan Medis

Catatan medis adalah catatan tentang seluruh hasil pemeriksaan medis beserta tindakan pengobatan atau perawatan yang dilakukan oleh dokter. Catatan medis disimpan oleh dokter atau institusi dan bersifat rahasia, tidak boleh dibuka kecuali dengan izin dari pasien atau atas kesepakatan sebelumnya misalnya untuk keperluan asuransi. Catatan medis ini berkaitan dengan rahasia kedokteran dengan sanksi hukum seperti yang terdapat dalam pasal 322 KUHP.

Sedangkan Visum et Repertum dibuat berdasarkan Undang-Undang yaitu pasal 120, 179 dan 133 KUHAP dan dokter dilindungi dari ancaman membuka rahasia jabatan meskipun Visum et Repertum dibuat dan dibuka tanpa izin pasien, asalkan ada permintaan dari penyidik dan digunakan untuk kepentingan peradilan.

Hakikat Visum

Mencari kejadian yang sebenarnya terjadi/dialami korban. Kita tidak bisa memakai data polisi untuk menganalisa, oleh karena visum: apa yang dilihat dan apa yang didapat, bukan yang didengar.

Jenis Visum et Repertum

Ada beberapa jenis Visum et Repertum, yaitu:

1. Visum et Repertum Perlukaan atau Keracunan

2. Visum et Repertum Kejahatan Susila

3. Visum et Repertum Jenazah

4. Visum et Repertum Psikiatrik

Dasar hukum

Lembaran Negara (staatsblad) No. 350 tahun 1937 pasal 1 dan 2

KUHAP ps 184

Alat bukti yang sah adalah :

1. keterangan saksi

2. keterangan ahli

3. surat

4. petunjuk

5. keterangan terdakwa

VeR digolongkan ke dalam alat bukti “surat”

Pemohon Visum

Pejabat yang dapat meminta visum et repertum  atas seseorang korban tindak pidana kejahatan terhadap kesehatan dan nyawa manusia adalah penyidik dan penyidik pembantu polisi, baik POLRI maupun Polisi Militer, sesuai dengan jurisdiksinya masing-masing. Selain itu jaksa penyidik berwenang pula meminta visum et repertum pada perkara pelanggaran Hak Asasi Manusia. Hakim juga dapat meminta visum et repertum (psikiatrik) sesuai dengan pasal 180 jo pasal 187  KUHAP, biasanya melalui jaksa penuntut umum.

Surat permintaan pemeriksaan jenazah ditandatangani oleh polisi berpangkat serendah-rendahnya Inspektur Dua. Namun, bila polisi berpangkat sedemikian tidak ada di tempat, maka surat permintaan itu ditandatangani oleh polisi berpangkat lebih rendah namun dengan catatan “atas nama”.

Bentuk dan susunan VeR

Visum terdiri dari 5 bagian :

1. Kata Pro justitia : ditulis di bagian atas visum, sudah dianggap sama dengan materai. Kata pro justitia berarti demi keadilan, mengandung arti laporan yang dibuat untuk tujuan peradilan

2. Bagian pendahuluan : berisi tentang waktu dan tempat pemeriksaan, atas permintaan siapa dan no serta tanggal surat, dokter dan pembantu yang memeriksa, identitas korban, dan alasan pemeriksaan

3. Bagian pemberitahuan : berisikan apa yang dilihat dan ditemukan

4. Bagian kesimpulan : memuat inti sari dari hasil pemeriksaan, disertai pendapat dokter yang memeriksa / menyimpulkan kelainan yang terjadi pada korban, jenis luka/cedera yang ditemukan. Jenis kekerasan, derajat luka, atau sebab kematian

5. Bagian penutup : memuat pernyatan VeR dibuat atas sumpah dokter, menurut pengetahuan yang sebaik-baiknya dan sebenarnya. Cantumkan lembaran Negara no. 350 tahun 1937 atau berdasarkan KUHAP.

2 thoughts on “Visum et Repertum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s