Memahami Tumbuh Kembang Anak

Standar

Pertumbuhan adalah proses bertambahnya jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang dapat diukur secara kuantitatif. Sederhananya bisa kila lihat dari bertambah berat dan tingginya anak dari waktu ke waktu. Sedangkan perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh, kematangan dan belajar. Proses perkembangan bisa berdasarkan dilihat dari kemampuan motorik kasar, halus, bahasa dan interaksi sosialnya. Pertumbuhan dan perkembangan anak dalam banyak hal bergantung kepada orang dewasa di sekitarnya, misalnya mengkunsumsi makanan, perawatan, bimbingan, perasaan aman, pencegahan penyakit dan sebagainya. Oleh karena itu setiap orang tua sebaiknya memahami anak yang sedang mengalami proses tumbuh dan berkembang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak
Proses pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak selamanya berjalan sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor yang mempengaruhinya, baik faktor yang tidak dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor keturunan, maupun faktor yang dapat diubah/dimodifikasi yaitu faktor lingkungan. Apabila ada faktor lingkungan yang menyebabkan gangguan terhadap proses tumbuh kembang anak, maka faktor tersebut perlu diubah (dimodifikasi).
Faktor keturunan (herediter)
a. Seks
Kecepatan pertumbuhan dan perkembangan pada seorang anak wanita berbeda dengan anak laki-laki
b. Ras
Anak keturunan bangsa Eropa lebih tinggi dan besar dibandingkan dengan anak keturunan bangsa Asia.
c. Hormon
Ada tiga hormon yang mempengaruhi pertumbuhan anak yaitu:
Somatotropin, hormon yang mempengaruhi jumlah sel untuk merangsang sel otak pada masa pertumbuhan, berkurangnya hormon ini dapat menyebabkan gigantisme;
Hormon tiroid, mempengaruhi pertumbuhan, kurangnya hormon ini apat menyebabkan kreatinisme;
Hormon gonadotropin, merangsang testosteron dan merangsang perkembangan seks laki-laki dan memproduksi spermatozoa. Sedangkan estrogen merangsang perkembangan seks sekunder wanita dan produksi sel telur. kekurangan hormon gonadotropin ini dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan seks.

Faktor lingkungan
a. Lingkungan eksternal
1. Kebudayaan
Kebudayaan suatu daerah akan mempengaruhi kepercayaan adat kebiasaan dan tingkah laku dalam merawat dan mendidik anak.
2. Status sosial ekonomi keluarga
Keadaan sosial ekonomi keluarga dapat mempengaruhi pola asuhan terhadap anak. Misalnya orang tua yang mempunyai pendidikan cukup mudah menerima dan menerapkan ide-ide utuk pemberian asuhan terhadap anak
3. Nutrisi
Untuk bisa tumbuh dan berkembang, anak memerlukan nutrisi yang cukup yang didapat dari makanan yang bergizi. Kekurangan nutrisi dapat diakibatkan karena pemasukan nutrisi yang kurang baik secara kualitas maupun kuantitas, aktivitas fisik yang terlalu aktif, penyakit-penyakit fisik yang menyebabkan nafsu makan berkurang, gangguan absorpsi usus serta keadaan emosi yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan.

b. Lingkungan internal
1. Intelegensi
Pada umumnya anak yang mempunyai intelegensi tinggi, perkembangannya akan lebih baik jika dibandingkan dengan yang mempunyai intelegensi kurang.
2. Emosi
Hubungan yang hangat dengan orang lain seperti ayah, bunda, saudara, serta teman sebaya akan memberi pengaruh pada perkembangan emosi, sosial dan intelektual anak. Pada saat anak berinteraksi dengan keluarga maka akan mempengaruhi interaksi anak di luar rumah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s