Gizi Seimbang, Tak Sekedar Konsumsi 4 Sehat 5 Sempurna

Standar

Jika ditanya apa yang disebut gizi seimbang, anak sekolah akan menjawab dengan semangat, empat sehat lima sempurna. Jika pertanyaan yang sama ditanyakan pada ibu muda yang punya anak usia 6-24 bulan, mungkin akan dijawab menu empat bintang. Tapi, ternyata, konferensi pangan sedunia di Roma pada tahun 1992 merekomendasikan pedoman gizi seimbang yang terdiri dari empat pilar gizi seimbang, menggantikan slogan “4 sehat 5 sempurna” yang sudah sering kita dengar selama ini.

 Apa yang dimaksud dengan empat pilar gizi seimbang?

  1. Mengkonsumsi makanan beragam
  2. Membiasakan perilaku hidup bersih
  3. Melakukan aktivitas fisik
  4. Mempertahankan dan memantau berat badan normal

4 pilar gizi

Gizi seimbang saat ini tidak hanya didefinisikan dengan apa yang kita makan, tapi mencakup aspek kebersihan yang mendukung pada kesehatan, aktivitas fisik yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, serta terjaganya berat badan yang ideal. Konsumsi makanan pun ditekankan keberagamannya, karena hal ini mendukung tercapainya kecukupan gizi dan kebutuhan vitamin dan mineral yang terkandung dalam berbagai jenis makanan. Kita harus bersyukur karena Indonesia memiliki banyak variasi pangan, mulai dari karbohidrat, protein, juga sayur dan buah-buahan. Keberagaman ini juga mendukung program diversifikasi pangan yang mendorong masyarakat untuk menggunakan bahan pokok lain seperti ubi, singkong, dan jagung sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi.

Perilaku hidup bersih yang selaras dengan gizi seimbang terdiri dari aspek kebersihan dalam pengolahan pangan, penyajian makanan, serta kebersihan tangan dan alat makan yang kita gunakan. Perilaku hidup bersih dapat menurunkan resiko penyakit infeksi pencernaan dan berbagai penyakit lainnya. Cuci tangan pakai sabun di setiap kali akan bersentuhan dengan makanan dan setelah keluar dari kamar mandi menjadi poin penting dari perilaku hidup bersih.

Perkembangan teknologi saat ini berpengaruh terhadap aktivitas fisik yang rendah. Berbagai alat elektronik diciptakan untuk memudahkan manusia dalam beraktivitas, juga membuat kita jarang berpindah tempat atau bergerak untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Akhirnya pola hidup ini membuat sebagian manusia mengalami kegemukan dan meningkatkan resiko berbagai penyakit metabolik, seperti darah tinggi, hipertensi, dan penyakit jantung.

Berat badan yang ideal menjadi cerminan dari keseimbangan gizi, dimana konsumsi makanan kita sesuai dengan kebutuhan kita. Penambahan dan pengurangan berat badan masih wajar terjadi dalam rentang berat badan yang ideal. Untuk menghitungnya, kita bisa menggunakan rumus indeks massa tubuh (IMT), yaitu

  IMT = Berat badan (kg) / [ tinggi badan (m) x tinggi badan (m)]

obesitas

Jika indeks massa tubuh kita kurang dari yang seharusnya atau melebihi batas normal, alangkah baiknya bila kita mulai mengoreksi pola makan dan aktivitas kita sehingga tercapai kecukupan gizi dan berat badan yang ideal

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s