Mendidik anak cerdas finansial (day 3)

Standar

Hari ini adik bayi diimunisasi jadi kami sekeluarga mengawali pagi dengan bersiap ke rumah sakit. Sejak malam, fath sudah menagih janji membeli eskrim karena sepanjang hari jumat ayah belum sempat membelikan eskrim. Saya memang membatasi fath untuk beli eskrim hanya seminggu sekali di hari jumat.

Setibanya di rumah sakit, fath langsung menagih janjinya kembali untuk membeli eskrim. Kami pun menuju kantin sebelum ke meja pendaftaran. Alhamdulillah fath anteng sepanjang menanti saya menunggu di pendaftaran, nurse station, juga ruang dokter.

Sesekali fath membisiki saya minta beli jagung susu dan susu kotak. Setiap kali ke rumah sakit, fath biasa beli jagung susu yang ada di rumah sakit. Tapi kali ini saya jelaskan, fath sudah beli eskrim, jadi tidak beli jagung susu. Melihat anak kecil berseliweran membawa jagung susu dan susu kotak, membuat fath semakin tergoda. Beberapa kali saya kuatkan hatinya, fath sudah cukup ngemil eskrim.

Jam menunjukan pukul 11 lebih saat saya selesai membayar biaya imunisasi. Sudah 2 jam dari waktu fath makan eskrim tadi pagi. Sambil berjalan menuju lift, saya masukan 2 lembar uang ribuan ke mesin susu kotak dan memberikan susu yang fath suka. Saya tahu fath mulai lapar, saya jelaskan bahwa bunda membelikan karena sudah waktunya fath minum susu.

Sampai di lantai satu, saya harus ke laboratorium, mengambil hasil lab darah adik bayi. Ternyata cukup lama kami menanti hasil lab tersebut. Harumnya aroma jagung susu dari counter dekat laboratorium semakin menggoda fath. Sambil merengek, fath meminta dibelikan jagung susu, tapi saya bersikukuh tidak membelikan. Fath mulai menangis, minta jagung susu atau kue yang ada d kantin. Saya jelaskan sebentar lagi kita pulang dan makan siang. Saya peluk fath dan mencoba memahami perasaannya, sambil menyemangati bahwa fath bisa menunda keinginannya dan bersabar.

Alhamdulillah fath bisa bersabar sampai semua urusan di rumah sakit selesai. Proses belajar membedakan keinginan dan kebutuhan tidak akan terjadi jika keinginannya saja tidak ada. Maka bersyukurlah, ketika anak merengek, meminta sesuatu, karena dari momen itu anak belajar, mengenal rasa ingin dan butuh, dan bersabar bahwa tidak semua yang diinginkan harus dipenuhi.

#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RezekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s