Kreatif itu..

Standar

Kadang saya memandang diri saya adalah orang yang sangat tidak kreatif, tidak suka seni, bahkan berpikir sepertinya otak kanan saya tidak berkembang. Miris banget. Dari kecil hobinya baca, sejak sd senangnya matematika dan ipa, kalau menggambar kaku banget, ga ada bagus-bagusnya. Saya bahkan khawatir tidak bisa mendidik anak dengan baik karena saya tidak kreatif, tidak bisa menggambar, melipat origami, membuat prakarya yang lucu. Tapi sekarang paradigma saya berusaha berubah lewat materi bunsay level 9

Saya mencoba merenungi tentang saya yang karakternya keras dan tidak mudah menyerah, ternyata dijiplak oleh fath ketika mengalami kesulitan. Ternyata berusaha mencari jalan keluar dari suatu masalah adalah kemampuan yang dimiliki orang yang kreatif, tidak pasrah dan mudah menyerah. Dengan kreatifitas, solusi akan ditemukan meskipun belum terbayang sebelumnya.

Dari usaha yang kita upayakan dalam menyelesaikan masalah akhirnya tercipta hal baru yang mungkin sebelumnya tak terpikirkan. Kadang saya suka tercengang sendiri dengan idenya fath dalam menggunakan sesuatu. Gagang sendok sayur bisa jadi perosotan, pintu lemari adalah mesin atm, remote mobil-mobilan buat main game (ceritanya), dan lain-lain. Ternyata bukan mainan yang mahal yang dibutuhkan anak-anak, tapi penghargaan terhadap imajinasi dan kreatifitasnya yang tanpa batas.

Ternyata mewujudkan sesuatu yang sebelumnya dirasa sulit kuncinya adalah mengubah sudut pandang. Meluaskan cara kita memandang agar tidak terkotak dengan kata “tidak mungkin”, tapi terus bertanya dengan “bagaimana kalau”. Jadi terharu, ternyata saya cukup kreatif ya karena sering sekali bertanya hal itu ke fath saat bermain, juga saat menyelesaikan masalah saya sendiri. Fath sangat senang berimajinasi dengan apapun yang ada di rumah. Jadi polisi, pemadam kebakaran, chef, tukang sampah, petani. Dan saya sering bertanya bagaimana kalau ini dan itu,, hmmm fath langsung berpikir dan banyak momen ‘aha’ yang dia temukan dan itu berbeda bahkan tidak terpikirkan oleh kami, orang tuanya.

Ternyata anak memang diciptakan dengan kreativitas tanpa batas, sayangnya orang tua yg justru membunuh potensi kreatif sang anak dengan banyaknya larangan, kekhawatiran, dan ketidaksabarannya menghadapi berbagai pertanyaan atau tindakan anak.

Jika kita mau berusaha untuk menjadi kreatif, ada beberapa metode yang bisa kita upayakan.

clue-nya adalah

Evolusi : perubahan terus menerus

Sintesa : menggabungan 2 hal menjadi 1 ide baru

Revolusi : perubahan baru, yang dulu sama sekali belum pernah ada

Re-aplikasi : 1 benda bisa berfungsi menjadi hal lain di luar fungsi normalnya

Mulai sekarang, saya akan berusaha untuk semakin mengasah kreatifitas saya. Karena ternyata menjadi kreatif tak terbatas pada kemampuan yg baik di bidang seni. Bismillah, semangat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s